TOKOH PROBLEMATIK DALAM NOVEL ORANG-ORANG BIASA SEBAGAI PUSAT STRUKTUR KARYA SASTRA PERSPEKTIF STRUKTURALISME GENETIK

  • Jaki Yudin 123Universitas Sebelas Maret
  • Suyitno Suyitno Universitas Sebelas Maret
  • Muhammad Rohmadi Universitas Sebelas Maret
Keywords: tokoh, pusat struktur, struktralisme genetik

Abstract

Penelitian ini  bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan tokoh problematik yang menjadi pusat struktur karya sastra dalam novel Orang-Orang Biasa. Data dalam penelitian ini berupa data tokoh problematik yang berbentuk kutipan dialog, kalimat, dan paragraf dalam novel sebagai pusat struktur. Sumber datanya adalah novel Orang-Orang Biasa karya Andrea Hirata. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi untuk menemukan dan menentukan data yang relevan. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis model interaktif yang meliputi tiga komponen, yaitu: (1) reduksi data; (2) penyajian data; dan (3) penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pusat struktur novel tersebut dibangun oleh tokoh Debut Awaludin, Inspektur Abdul Rojali, Dinah, Salud, dan Bastardin. Hubungan antartokoh Debut Awaludin dengan tokoh lain menunjukkan keterjalinan antara peristiwa satu dengan peristiwa lain yang meliputi penindasan terhadap Salud, perjuangan hak pendidikan anak Dinah, kepercayaan terhadap sahabat-sahabatnya (kelompok perampok), pembalasan terbaik, dan moralitas kaum marginal.

References

Arifin, Z. (2011). Penelitian Pendidikan: Metode dan Paradigma Baru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Cassill, R. V. (1992). Writing Fiction (Second). New York: Prentice Hall Press.
Dardiri, T. A. (2015). Strukturalisme Genetik: Konsep, Teori, dan Aplikasi. Yogyakarta: SUKA Press.
Goldmann, L. (1980). Essays on Method in the Sociology of Literature (W. Boelhower, ed.). Saint Louis Mo: Telospress Ltd.
Jabrohim. (2012). Teori Penelitian Sastra (Jabrohim, ed.). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Laurenson, D., & Swingewood, A. (1972). The Sociology of Literature. Paladine.
Manshur, F.M. (2019). Kajian Teori Formalisme dan Strukturalisme. Sasdaya: Gadjah Mada Journal of Humanities, Vol. 3(1), p. 79-93.
Miles, M. B., & Huberman, M. A. (1992). Analisis Data Kualitatif (T. R. Rosidi, ed.). Jakarta: UI Press.
Nurgiyantoro, Burhan. (2013). Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Safe'i, B. dan Mustaghfiroh. (2020). Pandangan Dunia Humanisme Teosentris dalam Novel Kantring Genjer-Genjer Karya Teguh Winarsho, Jurnal Stilistika, Vol.5 (1), p. 22-31.
Stanton, R. (2012). Teori Fiksi (Sugihastuti, ed.). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sukarto. (2017). Pendekatan Strukturalisme dalam Penelitiann Sastra, Bahasa, dan Budaya. Jurnal Pujangga, Vol. 3 (2), p. 48-80.
Syarifuddin. (2019) Perwatakan Tokoh Pergerakan Feminisme dalam Novel Ahlâm Al-Nisâ Al-Harem Karya Fatima Mernissi (Sebuah Kajian Strukturalisme Genetik), Jurnal Adabiya, Vol. 21(2), p. 45-65.
Wardani, N. E. (2009). Makna Totalitas dalam Karya Sastra. Surakarta: UNS Press.
Published
2021-03-18
How to Cite
Yudin, J., Suyitno, S., & Rohmadi, M. (2021). TOKOH PROBLEMATIK DALAM NOVEL ORANG-ORANG BIASA SEBAGAI PUSAT STRUKTUR KARYA SASTRA PERSPEKTIF STRUKTURALISME GENETIK. ESTETIKA: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA, 2(2), 66-78. https://doi.org/https://doi.org/10.36379/estetika.v2i2.146
Section
Articles