THE MEANING OF CARING FOR PAPUA IN THE PERSPECTIVE OF THE 2ND PRECEPT OF PANCASILA IN DRIYARKARA’S VIEW

Authors

  • Marianus Ivo Meidinata Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana
  • Hendrik Ryan Puan Renna Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana Malang

DOI:

https://doi.org/10.36379/jsp.v2i2.203

Abstract

ABSTRACT

In this study, the author focuses on the meaning of caring for the people and the land of Papua. This research takes a phenomenological philosophical method with a qualitative approach; and a literature study as a data collection method. The meaning of this concern is seen from the perspective of the second principle of Pancasila according to Driyarkara. The author tries to see the reality of the government's concern for Papua to overcome the humanitarian crisis that exists there. This study finally concluded that order, peace, good material conditions, general welfare and other things that the state organizes for the Papuan people are aimed at humanity – for human development and perfection. This concern for Papua implies that Papuans are also humanitarian activists even though they have suffered injuries. This government's concern is a sign of the country's progress with the creation of Pancasila people who uphold humanity. Several motives encourage this attitude renewal, including love and compassion by viewing Papua as a family. In this case, the conscience of the Indonesian people has returned, especially to the sensitivity of humanity.

ABSTRAK

Pada studi ini, penulis mengambil fokus pada makna kepedulian kepada masyarakat dan tanah Papua. Penelitian ini mengambil metode filosofis fenomenologis dengan pendekatan kualitatif; dan studi kepustakaan sebagai metode pengumpulan data. Makna kepedulian ini dilihat berdasarkan perspektif Pancasila sila kedua menurut Driyarkara.  Penulis mencoba melihat realitas kepedulian pemerintah kepada Papua untuk mengatasi krisis kemanusiaan yang ada di sana. Studi ini akhirnya sampai pada suatu kesimpulan bahwa ketertiban, kedamaian, keadaan material yang baik, kesejahteraan umum dan hal lain yang diselenggarakan negara untuk masyarakat Papua ditujukan untuk perikemanusiaan – untuk perkembangan dan penyempurnaan manusia. Kepedulian kepada Papua ini mengandung makna bahwa Papua juga merupakan penggiat kemanusiaan meskipun mereka telah mengalami luka. Kepedulian pemerintah ini menjadi tanda kemajuan negara dengan terciptanya manusia-manusia Pancasila yang menjunjung kemanusiaan. Ada beberapa motif yang mendorong pembaruan sikap ini antara lain cinta dan belas kasih dengan memandang Papua sebagai keluarga. Dalam hal ini, hati nurani bangsa Indonesia telah kembali khususnya akan kepekaan kemanusiaan.

References

DAFTAR RUJUKAN
Buku
A. Sudiarja (Ed.). (2006). Karya Lengkap Driyarkara. Gramedia.
Anggito, A., & Setiawan, J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. CV Jejak.
Ina Magdalena dkk. (2019). Ragam Tulisan tentang Pancasila. CV Jejak.

Artikel dalam Jurnal atau Majalah
Astuti, P. D. (2015). Peran Driyarkara dalam Pendidikan di Indonesia. Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
Bau, I. L. (2019). Konsep Kehidupan Menegara menurut Nicolaus Driyarkara. Universitas Katolik Widya Mandiri.
Bhakti, I. N., & Pigay, N. (2016). Menemukan Akar Masalah dan Solusi Atas Konflik Papua: Supenkah? Jurnal Penelitian Politik, 9(1).
Bisei, A. (2007). Penderitaan Rakyat Papua Sengsara Yesus Masa Kini. Limen, 4(1).
Bunga, D. (2011). Penanggulangan Pornografi Dalam Mewujudkan Manusia Pancasila. Jurnal Konstitusi, 8(4), 453–478. https://doi.org/10.31078/jk
Dedi, A. (2018). Kapabilitas Sistem Politik Sebagai Parameter Keberhasilan Suatu Pemerintahan. Moderat: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 4(2), 9–17.
Febriansyah, F. I. (2017). Keadilan berdasarkan Pancasila sebagai Dasar Filosofis dan Ideologis Bangsa. DiH Jurnal Ilmu Hukum, 13, 1–27.
Hardayanti, S. (2015). Prinsip Homo Homini Socius Masyarakat Desa Rantau Bakula Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Banjar Perspektif Driyarkara. UIN Antasari.
Jena, Y. (2019). Toleransi Antarumat Beragama di Indonesia dari Perspektif Etika Kepedulian. Jurnal Sosial Humaniora, 12(2), 129. https://doi.org/10.12962/j24433527.v12i2.5941
Khasri, M. R. K. (2021). Pancasila dalam Praksis Sosial: “Manusia Pancasila” Menjawab Permasalahan Masyarakat Digital. Pancasila: Jurnal Keindonesiaan, 1(1), 86–97. https://doi.org/10.52738/pjk.v1i1.5
Manafe, M. W. N. (2021). Studi Evaluatif Kebijakan Belanja Pendidikan; Bukti Empiris dari Daerah dengan Tingkat Kemiskinan Tinggi. Journal of Educational and Language Research, 1(2), 107–118.
Ngoranmele, F. (2020). Hubungan Agama dan Negara menurut Perspektif Nicolaus Driyarkara. Fides et Ratio, 5(1), 27–37.
Siregar, C. (2014). Pancasila , Keadilan Sosial , Dan Persatuan Indonesia. Humaniora, 5(1), 107–112.
Siswoyo, D. (2019). Pandangan Bung Karno tentang Pancasila dan Pendidikan. Jurnal Cakrawala Pendidikan, 11(2), 103–115.
Sukmono, B. D. (2013). Etika Driyarkara dan Relevansinya di Era Postmodern. Jurnal Filsafat, 23(1), 77–98. https://doi.org/10.22146/jf.13220
Supriyono, J. (2014). Diskursus Kolonialistik dalam Pembangunan di Papua. Jurnal Ultima Humaniora, 5(1).
Sutono, A., & Purwosaputro, S. (2019). Aksiologi Pancasila. Jurnal Ilmiah Civis, 8(2), 67–86.
Tim Redaksi. (2021). Infrastuktur PON. Kompas, 15.
Wing, B. P. K. (2021). Hati Nurani: Kesatuan Harmonis antara Synderesis, Conscientia dan Keutamaan Kebijaksanaan. Studia Philosophica et Theologica, 21(2), 195–217.
Yolanda, S. (2019). Transformasi Berkelanjutan Berbasis Sumber Daya Lokal: Sebuah Refleksi Penelitian Aksi Partisipatif terhadap Perempuan di Akar Rumput, Papua dan Papua Barat. Jurnal Inada: Kajian Perempuan Indonesia di Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar, 1(2), 157–190. https://doi.org/10.33541/ji.v1i2.899

Internet
https://ekon.go.id/publikasi/detail/3343/pon-xx-papua-menjadi-panggung-kebersamaan-persatuan-dan-persaudaraan, diakses pada 7 November 2021.
https://poskota.co.id/2021/10/31/viral-baku-tembak-pecah-pastor-katolik-pasang-badan-saat-warga-sipil-diberondong-peluru-kkb, diakses pada 25 Oktober 2021.
https://regional.kompas.com/read/2020/07/31/09010071/konflik-nduga-papua-korban-berjatuhan-dan-demonstrasi-tuntut-keadilan-?page=all, diakses pada 26 Oktober 2021.
https://regional.kompas.com/read/2021/09/15/062000678/puskesmas-kiwirok-papua-diserang-kkb-1-mantri-hilang-4-perawat-dan-1-dokter?page=all, diakses pada 25 Oktober 2021.
https://regional.kompas.com/read/2021/10/03/231425978/ditugasi-atasi-kemiskinan-menteri-risma-segera-berkantor-di-papua, diakses pada 6 November 2021.
https://www.kompas.com/properti/read/2021/12/04/210000421/pembangunan-jalan-trans-papua-tembus-3.279-kilometer-ini-sisanya, diakses pada 24 Oktober 2021.
https://www.neraca.co.id/article/61170/papua-target-utama-pembangunan-berkelanjutan-era-jokowi, diakses pada 5 November 2021.

Published

02/09/2022

How to Cite

Meidinata, M. I., & Ryan Puan Renna, H. (2022). THE MEANING OF CARING FOR PAPUA IN THE PERSPECTIVE OF THE 2ND PRECEPT OF PANCASILA IN DRIYARKARA’S VIEW. JURNAL SETIA PANCASILA, 2(2), 28–46. https://doi.org/10.36379/jsp.v2i2.203