EKSPRESI BUDAYA TUTUR MASYARAKAT MADURA DALAM TRADISI PERNIKAHAN (KAJIAN FENOMENOLOGI)
DOI:
https://doi.org/10.36379/estetika.v3i2.207Kata Kunci:
Cultural Expression, Speech, Madura, and Mantu TraditionAbstrak
Bahasa dan budaya menjadi dua hal yang sulit dipisahkan dimana kajian budaya menghadirkan kajian dari kebahasaan secara otomatis. Bahasa Madura merupakan bahasa yang unik dengan tiga tingkatan bahasa yaitu kasar (enja’-iya), sedang (enggi-enten) dan halus (enggi-bunten). Bahasa Madura kian kurang diminati dan perlupelestarian yang dapat dikembangkan dengan berbagai bentuk seperti halnya implementasi dalam pembelajaran, pembiasaan atau dengan pelestarian budaya seperti halnya tradisi Mantu. Tujuan penelitiaan ini adalah mendeskripsikan penggunaan bahasa tutur bahasa Madura dengan tingkatan tuturan yang baik dan benar dalam acara tradisi mantu. Tuturan yang digunakan dalam tradisi Mantu menggunakan pemilihan kata yang baik dengang memperhatikan situasi penutur dan esktetika tuturan. Estetika bahasa kemudian didukung dengan penggunaan Saloka, peribahsaa dan Pantun. Secara umum kerangka sambutan pada tradisi mantu yaitu salam pembuka, Mukaddimah, kata sapaan, ucapan terima kasih, isi tuturan yang terdiri dari bagian awal, tengah dan akhir sebelum kemudian diakhiri dengan bagian penutup dan salam penutup.
Referensi
Arikunto, S. 2013. Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.
Chaer. A 2010. Kesantunan Berbahasa. Jakarta: Rineka Cipta.
Dradjid. 2002. Pengajaran Bahasa Madura: Kembang babur. Jakarta: Yudistira.
Hymes, D. 1972. Models in Interaction of Language an Social Life in Gumperz dan Hymes (eds.).
Hymes, D. 1974. Foundation of Sociolinguistics. Philadelphia: University of Pennsylvania Press.
Milles & Huberman, A. M. (1992). Analisis Data Qualitatif. Terjemah Tjetjep Rohendi Tohidi. Jakarta: Universitas Indonesia.
Ridwan, M. 2014. Kurikulum (2013). dan Pendidikan Nilai Kearifan Lokal di Sekolah Dasar. In Prosiding Seminar Nasional Pendidikan tema Implementasi Kurikulum 2013 dan Problematikanya, Pascasarjana UNESA Tahun 2014 (pp. 102-108).
Ridwan, M. 2016. Pendidikan Karakter Berbasis Permainan Tradisional Siswa Sekolah Dasar di Sumenep Madura. Prosiding Seminar Nasional Prodi PGSD dan Prodi BK FKIP UAD. ISBN: 978-602-70296-8-2
Ridwan, M. and Wahdian, A. 2017. Structure, Function and Value The Tradition of Oral Literature in Sumenep Madura. ISLLAC: Journal of Intensive Studies on Language, Literature, Art, and Culture, 1(1), pp.252-273.
Ridwan, M. 2017. Tradisi Nyanyian Anak Terhadap Pembentukan Karakter Anak Usia Sekolah Dasar. Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan, 26(1), pp.49-61.
Ridwan, M. 2018. Learning of local environmental wisdom in oral literature of madurese traditional song in sumenep. ISCE: Journal of Innovative Studies on Character and Education, 2(1), pp.93-103.
Ridwan, M. 2018. Literature Syi’ir MaduraAs A Legenskap Of Strengthening Characters In Elementary School. ISCE: Journal of Innovative Studies on Character and Education, 2(2), pp.332-339.
Sofyan, A. 2008. Tata Bahasa Bahasa Madura. Surabaya: Balai Bahasa Surabaya.
Sumarsono & Partana, P. 2002. Sosiolinguistik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Taufik, M. 2005. Sangkolan Bukona Tamba. Tidak diterbitkan. Wijaya, I D.P. 2006. Sosiolinguistik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.