REPRESENTASI KARAKTER BELA NEGARA DALAM SERAT TRIPAMA SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN KARAKTER KEPADA SISWA

Penulis

  • Bagus Wahyu Setyawan Institut Agama Islam Negeri Tulungagung
  • Rahmawati Mulyaningtyas
  • Muhammad Rohmadi

DOI:

https://doi.org/10.36379/estetika.v3i1.147

Kata Kunci:

Karakter bela negara, Serat Tripama, pendidikan karakter, dekonstruksi sastra, sastra Jawa.

Abstrak

Karya sastra Jawa merupakan sebuah hasil pemikiran pengarang dan pujangga Jawa yang sarat akan nilai-nilai adiluhung. Beberapa karya sastra Jawa tergolong fenomenal dan memuat ajaran moral di dalamnya. Salah satu diantaranya adalah Serat Tripama karangan KGPAA Mangkunegara IV. Serat Tripama menceritakan tiga tokoh dalam dunia pewayangan, yaitu Suwanda, Kumbakarna, dan Karna. Apabila ditelaah lebih mendalam, Serat Tripama mengandung ajaran mengenai nilai nasionalisme yang tercermin dari penggambaran ketiga tokoh yang diceritakan. Oleh karenanya, Serat Tripama bisa dijadikan sarana pengenalan dan penanaman karakter bela negara kepada generasi muda. Hal tersebut mengingat banyaknya generasi muda yang kurang memiliki rasa kecintaan kepada tanah air karena pengaruh masuknya budaya asing. Selain itu, langkah ini juga dapat digunakan sebagai sarana pengenalan karya-karya sastra Jawa kepada generasi muda, mengingat kondisis di era globalisasi seperti sekarang para generasi muda lebih memilih mempelajari budaya dan karya asing daripada belajar dan mengenal budaya sendiri, atau dalam konteks ini adalah karya sastra Jawa.

Referensi

Ghofur, A. (2014). Analisis Dekonstruksi Tokoh Takeshi Dan Mitsusaburo Dalam Novel Silent Cry Karya Kenzaburo Oe Perspektif Jacques Derrida. OKARA: Jurnal Bahasa Dan Sastra, 8(1), 57–76.
Hadinoto, S., & Lestari, W. (2015). Nilai Kepahlawanan Peran Tokoh Sumantri dalam Lakon Mahawira Sumantri Wayang Orang Ngesti Pandawa Semarang. Journal of Educational Research and Evaluation, 4(1).
Hendri, D. (2008). Serat Tripama: Tuntunan Abdi Negara. Yogyakarta: Pilar Media.
Lickona, T. (2013). Educating for Character. Jakarta: Bumi Aksara.
Mashuri, M. (2013). Dekonstruksi Wayang dalam Novel Durga Umayi. Jurnal POETIKA, 1(1).
Nihayah, S., & Adi, A. S. (2014). Penanaman Nasionalisme Pada Siswa Madrasah Aliyah Negeri 1 Bojonegoro Di Tengah Arus Globalisasi. Kajian Moral Dan Kewarganegaraan, 3(2), 829–845.
Rahardian, E. (2018). Menilik Caca Pandang Masyarakat Jawa Tentang Emosi Melalui Metafora. Kandai, 14(1), 1.
Ratna, Nyoman Kutha. (2012). Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra: dari Strukturalisme hingga Postrukturalisme Perspektif Wacana Naratif. Yogyakarta. Pustaka Pelajar.
Respati, A. R. (2018). Dekonstruksi Cerpen Pilihan KOMPAS Tahun 2013 “Klub Solidaritas Suami Hilang”: Perspektif Jacques Derrida. Sintesis, 12(1), 49–56.
Setyawan, B. W. (2019). Metode Pembelajaran Berbasis Budaya Jawa Dalam Rangka Menyukseskan Pendidikan Multikultural Di Era Revolusi Industri 4.0. JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan), 4(3), 1-12.
Setyawan, B. W. (2020). Environment Preserving Character on Wayang Story Dewa Ruci: an Ecological Literature Study. Jurnal Kata: Penelitian tentang Ilmu Bahasa dan Sastra, 4(1), 122-132.
Setyawan, B. W., & Saddhono, K. (2018). Nationalism Spirit of Kumbakarna Figure in Serat Tripama: an Deconstruction Literature Analysis. In Proceeding of the International Conference Tri Matra.
Setyawati, I. I. S. (2020). Dekonstruksi Tokoh Dalam Novel Sitayana Karya Cok Sawitri (Kajian Dekonstruksi Jaques Derrida). BAPALA, 7(1).
Sugara, H. (2019). Kajian Dekonstruksi Karakterisasi Tokoh Rahwana dalam Novel Ramayana Karya Sunardi DM Kaitannya dengan Pendidikan Karakter dan Nilai Budaya. Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 1(2), 71–85.
Sugiman, A. M. R. (2017). Penanaman Nilai-nilai Nasionalisme dan Patriotisme melalui Materi Sikap Semangat Kebangsaan dan Patriotisme dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara pada Pembelajaran Pkn di SMAN 1 Pundong. Academy of Education Journal, 8(2), 174–199.
Supriyono, P. S., & Sutono, A. (2014). Identifikasi Nilai-nilai Keutamaan dalam Serat Tripama sebagai Bentuk Pengembangan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya. CIVIS, 4(2/Juli).
Utorowati, S., Sukristanto, S., & Israhayu, E. S. (2019). Transformasi Karakter Tokoh Wayang dalam Serat Tripama Karya Mangkuagara IV. Prosiding Seminar Nasional LPPM UMP, 248–254.
Wardhani, N. W., & Muhadjir, N. (2017). Pendidikan Karakter Dalam Serat Tripama Karya Mangkunegara IV. Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi Dan Aplikasi, 5(2), 187–198.
Widyastuti, S. H. (2014). Kepribadian Wanita Jawa dalam Serat Suluk Residriya dan Serat Wulang Putri Karya Paku Buwono IX. Litera, 13(1).
Yolanda, Y., Widayati, E. S., & Husniah, F. (2018). Nilai Karakter Bangsa dalam Serat Bratayuda Saduran Karel Fredrik Winter. RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 11(1), 88–99.

Unduhan

Diterbitkan

2021-09-10

Cara Mengutip

Setyawan, B. W., Mulyaningtyas, R., & Rohmadi, M. (2021). REPRESENTASI KARAKTER BELA NEGARA DALAM SERAT TRIPAMA SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN KARAKTER KEPADA SISWA. ESTETIKA: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA, 3(1), 1–11. https://doi.org/10.36379/estetika.v3i1.147

Terbitan

Bagian

Articles