Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Indeks Massa Tubuh Pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani

  • Ilmul Ma'arif STKIP PGRI Jombang
Keywords: Kata kunci: aktivitas fisik, Indeks massa tubuh, mahasiswa.

Abstract

Abstrak

Era globalisasi dapat menyebabkan dan meningkatkan perubahan aktivitas sehari - hari dan menimbulkan ketidakseimbangan asupan makanan dan diimbangi dengan rendahnya aktivitas fisik sehingga menyebabkan indeks massa tubuh (IMT) akan meningkat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan indeks massa tubuh. Metode penelitian ini menggunakan korelasional, Hasil penelitian IMT kategori normal 54 mahasiswa ( 70,12 %), kategori kurus 3 ( 3,90 %), dan kategori gemuk 20 (25,98%). Untuk aktivitas fisik masuk kategori tinggi 26 mahasiswa ( 33,77 %), kategori sedang 31 Mahasiswa ( 40,25 %), dan kategori rendah 20 mahasiswa (25,98%). Analisis korelasi menunjukkan bahwa nilai sig 0,488 > 0,05. Berarti tidak ada hubungan antara aktivitas fisik dan Indeks Massa Tubuh pada mahasiswa dengan koefisien korelasi antara aktivitas fisik dengan Indeks Massa Tubuh sebesar 0.080 yang artinya bahwa hubungan sangat lemah. Kesimpulan Berdasarkan hasil ujiĀ  korelasi bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan Indeks Massa Tubuh mahasiswa Pendidikan jasmani STKIP PGRI Jombang. Untuk koefisien korelasi hubungan sangat lemah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
CDC. (2015). Physical activity and health. Retrieved from centers for disease control and prevention: https://www.cdc.gov/physicalactivity /basics/ pahealth/index.htm. Diunduh pada tanggal 17 mei 2022, pukul 19.30 WIB.
Fitri Y, Mulyani NS, Fitrianingsih E, & Suryana S. (2016). Pengaruh pemberian aktifitas fisik (aerobic exercise) terhadap tekanan darah, IMT dan RLPP pada wanita obesitas. Aceh Nutrition Journal. Volume 1(2):105-110.
Pamela, R.D. (2011). Overweight dan Obesitas Sebagai Suatu Resiko Penyakit Degeneratif. Available at: http://www.suyotohospital.com. (Diakses: 20 mei 2022).
Paramurthi, Pasca. (2014). Hubungan Antara Indeks Massa Tubuh dan Aktifitas Olahraga Terhadap Fleksibilitas Lumbal pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana [Skripsi]. Denpasar: Universitas Udayana
Popkin, B. (2006). Technology, Transport, Globalization and The Nutrition Transition Food Policy. Food Policy 6(31). p 554-69.
Pudjiadi A, & Hegar HB. (2010). Pedoman pelayanan medis ikatan dokter anak Indonesia. Jakarta: IDAI.
Ross A Hammond Ruth Levine, (2010), The economic impact of obesity in the United States, Diabetes, Metabolic Syndrome and Obesity: Targets and Therapy Vol. 11 No. 78.
Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta.
WHO. (2015). Obesity and Overweight. Available at: http://www.who.int/mediacentre/fact sheets/fs311/en/. (diakses: 19 mei 2022).
Published
2022-05-25